Tanaman Kelor (Moringa Oleifera) si Pohon Ajaib dengan 1000 Khasiat

🗓 02 May 2026 ✍ Kojrat Wiyana 👁 164x dibaca
Tanaman Kelor (Moringa Oleifera) si Pohon Ajaib dengan 1000 Khasiat

Sebagai benteng dalam menghadapi krisis pangan, krisis obat-obatan, sebagai bahan kecantikan, bahan Pupuk Organic Cair (POC) untuk menyuburkan lahan pertanian dan sebagai pakan ternak yang bergizi tinggi.

Begitu sebutan untuk tanaman kelor (moringa oleifera), si pohon ajaib (miracle tree atau tree of life) karena memiliki khasiat yang luar biasa. Kelor berasal dari India Utara dan Asia Selatan. Kelor dapat tumbuh di daerah tropis dan sub tropis. Di wilayah Argodadi tanaman ini juga banyak ditemukan dan dapat tumbuh dengan baik. Tanaman ini mempunyai manfaat sebagai sumber makanan, bahan obat-obatan herbal, bahan kecantikan, bahan pupuk pertanian dan juga sebagai pelestarian lingkungan alam (penyerap air hujan) bahkan dipercaya oleh sebagain masyarakat kelor memiliki kekuatan magis. Semua bagian pohon kelor dapat dimanfaatkan mulai dari daun, biji, kulit, batang bahkan akarnya.

Tanaman Kelor dipercaya sebagai tanaman mistis dan disebutkan dalam Al Quran.

Boleh percaya atau tidak, pada jaman dahulu konon ceritanya, tanaman ini dipercaya sebagai tanaman yang memiliki kekuatan magis untuk menangkal santet, guna-guna, melunturkan ilmu hitam, bahkan mengusir jin. Sehingga ketika ada pencuri yang mempunyai jimat, sehingga kebal senjata tajam, dengan memukulkan tanaman kelor, pencuri itu dapat dilumpuhkan. Orang juga percaya bahwa dapat menyembuhkan hewan yang pingsan, dengan cara memukulkan daun kelor hewan tersebut dan dapat sembuh kembali. Yang lebih ajaib lagi hingga kini masih dipercaya bahwa pohon kelor tertentu, yang sudah tua tentu saja, di dalamnya terdapat apa yang disebut galih, atau bagian dalam batang dengan tekstur yang sangat keras, sekeras batu akik berwarna cokelat atau hitam. Makin tua usianya makin keras dan makin bagus. Konon galih ini memiliki kekuatan magis, dapat digunakan sebagai senjata sehingga orang yang memilikinya akan memiliki kelebihan. Seiring perjalanan waktu, galih ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi yang diburu oleh para kolektor. Disamping itu seperti disebutkan dalam Al Quran surat Al Fath ayat 29, Kelor dideskripsikan sebagai tanaman yang menyejukkan dan menenangkan hati.

Tanaman kelor sebagai sumber makanan dengan nilai nutrisi yang tinggi.

Banyak orang yang tidak menyadari akan kandungan nutrisi dalam tanaman kelor. Menurut beberapa referensi ternyata tanaman kelor memiliki nutrisi, seperti yang dinyatakan oleh WHO:

- Nutrisi Unggul: Daun kelor dilaporkan mengandung nutrisi yang sangat tinggi, bahkan dibandingkan dengan bahan pangan lain; 7x vitamin C jeruk, 4x kalsium susu, 4x vitamin A wortel, 2x protein susu, dan 3x potasium pisang.

- Anti-Malnutrisi: WHO mendorong konsumsi kelor untuk mengatasi masalah malnutrisi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

- Pengobatan Tradisional dan Modern: Selain nutrisi, kelor diakui memiliki manfaat kesehatan sebagai antioksidan, antiinflamasi, serta untuk menjaga kesehatan mata dan kulit.

- Superfood Terjangkau: Karena kemudahan dalam budidaya dan kandungan gizinya yang luar biasa, kelor dianggap sebagai sumber pangan dan obat yang ekonomis.

Hingga kini kelor banyak dimanfaatkan dalam berbagai produk pangan, teh, dan suplemen kesehatan, serta diakui secara internasional sebagai superfood.

Dari pernyataan tersebut di atas tanaman kelor ini layak sebagai penopang ketahanan pangan di masa mendatang terlebih ketika terjadi krisis pangan melanda dunia. Bahan pangan yang murah, mudah di dapat namun khasiatnya sangat melimpah.

Tanaman kelor sebagai sumber tanaman obat herbal.

Berdasarkan banyak penelitian disamping sebagai sumber makanan kelor juga sebagai sumber pengobatan herbal.

Tanaman kelor mengandung protein, kalsium, zat besi, vitamin A/C dan antioksidan (kuersetin, asam klorogenat). Adapun manfaat untuk pengobatan herbal juga sangat luar biasa karena memiliki banyak khasiat untuk penyembuhan diantaranya:

1. Meningkatkan sistem imun dan antioksidan yang membantu kekebalan tubuh serta menangkal radikal bebas.

2. Menurunkan gula darah dan kolesterol. Membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

3. Mengatasi peradangan atau anti inflamasi alami.

4. Meningkatkan produksi ASI, digunakan sebagai galatagog (peningkat ASI) alami.

5. Menjaga kesehatan pencernaan dan tulang. Kandungan serat melancarkan pencernaan, sementara kalsium dan fosfor menjaga kepadatan tulang.

6. Potensi anti-kanker. Senyawa niazimicin membantu menekan sel kanker.(Alodokter)

Cara pengolahannya dapat dengan cara direbus kemudian diminum airnya pada pagi hari sebelum makan atau malam sebelum tidur. Atau daun kelor dapat dibuat teh daun kelor.

Meskipun banyak manfaat, mengkonsumsi dalam jumlah banyak tidak direkomendasikan dan perlu konsultasi dengan dokter.

Namun demikian ada orang-orang yang tidak disarankan mengkonsumsi kelor:

1. Ibu hamil, terutama trimester pertama, karena resiko kontaksi rahim.

2. Pengidap diabetis/hipertensi yang rutin mengkonsumsi obat medis, karena beresiko kadar gula darah/tekanan darah menjadi terlalu rendah.

3. Orang yang memiliki gangguan hati dan ginjal.

4. Orang-orang yang mempunyai pencernaan sensitif, terlalu banyak mengkonsumsi kelor dapat menyebabkan diare, mual dan gangguan pencernaan.

Kelor memiliki 38 manfaat

Seperti dilansir dalam Vimanews.id disebutkan kelor memiliki sebanyak 38 manfaat sebagai berikut:

1. Memasok Asupan Gizi Tubuh.

2. Mencegah Diabetes.

3. Membantu Mengelola Gejala Diabetes.

4. Mencegah Hipertensi.

5. Menjaga Kesehatan dan Fungsi Otak.

6. Antioksidan Menangkal Radikal Bebas.

7. Melindungi Organ Hati.

8. Melindungi Sistem Kardiovaskular.

9. Membantu Menurunkan Berat Badan.

10. Mengatasi Edema.

11. Mengatasi Sembelit.

12. Mengatasi Gastritis atau Mulas.

13. Mengatasi Kolitis Ulseratif.

14. Sebagai Anti Bakteri.

15. Menyehatkan Tulang.

16. Membantu Mengatasi Depresi.

17. Membantu Mengatasi Ganguan Kecemasan Umum.

18. Membantu Menghilangkan Kelelahan.

19. Membantu Menyembuhkan Luka.

20. Mengatasi Asma.

21. Melindungi Ginjal.

22. Menyehatkan Rambut.

23. Mencegah Kanker.

24. Mengatasi peradangan.

25. Menjaga Daya Tahan Tubuh.

26. Menjaga Kesehatan Mata.

27. Mengatasi Asam lambung.

28. Mengurangi Kolesterol Jahat.

29. Menunda Penuaan Dini.

30. Mencerahkan dan Meratakan Warna Kulit.

31. Mengangkat Komedo.

32. Menghilangkan Jerawat.

33. Mengecilkan Pori-Pori Kulit.

34. Menjadi Masker Bibir Alami.

35. Mencegah dan Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil.

36. Mencegah Resiko Komplikasi pada Ibu Hamil.

37. Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu.

38. Meningkatkan Antioksidan setelah Menopause.

Kelor sebagai sumber pakan ternak yang aman dan bergizi tinggi.

Disamping bermanfaat bagi manusia, daun kelor juga dapat dijadikan pakan ternak seperti sapi, kambing/domba, unggas, lele dan gurami. Seperti pengalaman penulis, daun kelor dapat diberikan langsung kepada kambing secara langsung dan sangat aman tidak menyebabkan keracunan pada hewan berbeda dengan daun lain seperti kleresede lamtoro yang kalau tidak terbiasa dapat membahayakan hewan ternak. Begitu juga untuk ikan lele dan gurami, daun kelor dapat langsung diberikan ke kolam. Sedangkan untuk pakan ayam, daun kelor dicacah terlebih dahulu kemudian dicampurkan dengan ramuan pakan basah yang direbus terlebih dahulu. Menurut pengamatan penulis  ternak relative lebih sehat dan tumbuh lebih cepat.

Cara mengolah kelor sebagai bahan makanan.

Ada berbagai cara memasak daun kelor tergantung pada menu apa yang akan dibuat. Kelor dapat dimasak bersama bahan lain menjadi sayur bening, bakwan, keripik dll.

Cara mengolah kelor sebagai bahan obat-obatan.

Berbagai sumber mengatakan pengolahan sebagai obat herbal dapat dengan cara direbus kemudian diminum airnya. Daun kelor dapat juga diproses menjadi teh kelor. Biji kelor yang sudah tua biasanya dikemas dalam bentuk kapsul. Olahan kelor sebagai obat herbal yang sudah dikemas dengan standar pengolahan yang baik dapat dijual baik di dalam maupun diekspor keluar negeri.

Cara memanfaatkan kelor untuk bahan kecantikan wajah.

Kelor dapat digunakan sebagai masker wajah. Caranya adalah kelor dikeringkan, ditumbuk halus kemudian dicampur dengan madu dan air dan dibentuk sebagai pasta sebagai masker.

Cara memanfaatkan kelor sebagai POC (Pupuk Organic Cair), penyubur lahan pertanian.

Sebagai akibat dari semakin mahalnya harga pupuk-pupuk pabrikan, sumber daya alam dalam hal ini adalah tanaman kelor menyediakan alternatif pupuk yang murah walau harus diiringi dengan jerih payah dan inovasi. POC ini mempunyai kandungan N, P, K dan zeatin. Bahan utamanya adalah daun kelor, air cucian beras dan molase dan difermentasi selama 7-14 hari. Pupuk ini mampu meningkatkan hasil panen hingga 35%.

Demikian kiranya sumber daya alam yang melimpah di sekitar kita yang memiliki kandungan yang luar biasa namun belum diberdayakan secara maksimal. Semoga tulisan dapat menggugah kesadaran kita akan ketersediaan kekayaan alam yang masih terpendam untuk menghadapi ancaman krisis di masa mendatang.

Terima kasih telah membaca artikel ini.

Artikel Terkait

← Kembali ke Berita